Share/Bookmark
No comment yet

KH.Ridwan Abdullah Pencipta Lambang NU

Sosok KH.Ridwan Abdullah merupakan sosok Ulama terkemuka yang sekaligus mempunyai bakat seni dalam dirinya.Bersama KH.Wahab Chasbullah dan Mas Abdul Aziz,mereka adalah trio yang berjasa kepada NU.
Sebab,tanpa ketiga tokoh itu organisasi NU akan mengalami kesulitan pada awal berdirinya.Jika KH.Wahab Chasbullah adalah tokoh pencetus ide berdirinya NU,Mas Abdul Aziz adalah yang mengusulkan nama Nahdlatul Ulama,maka KH.Ridwan Abdullah adalah tokoh yang menciptakan lambang NU,tanpa mengesampingkan peran penting Ulama yang lain.
Cerita tentang penciptaan lambang itu bermula ketika pada suatu malam,KH.Ridwan Abdullah,tertidur nyenyak di pembaringannya. sebelum beranjak ke tempat tidur,Kiyai Ridwan melaksakan shalat istikharah terlebih dahulu untuk memohon petunjuk Allah SWT.Kakek sekian cucu itu terdesak waktu.Hasil karyanya di tunggu tunggu untuk di kibarkan di forom muktamar kedua Nahdlatul Ulama (NU) di salah satu Hotel di Surabaya dua hari lagi. Padahal ia telah menyanggupi sejak dua bulan sebelumnya.Ketua panitia muktamar pada saat itu,KH.Wahab Chasbullah,juga telah mengingatkan pada dirinya. Namun entah kenapa,ilham untuk menciptakan lambang jam'iyyah Ulama yang baru di dirikan oleh Hadratusy Syaikh KH.Hasyim Asy'ari tahun lalu itu sulit di dapat.
Masalahnya ,Kiai Ridwan juga tidak mau sembarangan. sebab, Jam'iyyah Ulama tersebut merupakan organisasi yang didalamnya menghimpun ahli Agama,sehingga lambangnyapun harus mencitrakan keberadaan,kepaduan,kesungguhan,dan cita cita yang ingin dicapai.
DAPAT PETUNJUK LEWAT MIMPI
Keinginan yang begitu luhuritu terus berdenyut di dalam pikirannya.Sang waktu bahkan seolah berjalan begitu cepat hingga membuatnya terdesak. Saat malam telah larut,dan Ridwan Abdullah terbuai nyenyak dalam tidurnya di keheningan malam,Ia bermimpi melihat gambar dilangit biru . Ketika terbangun,jam dinding menunjuk angka dua.
Lalu segera saja diambilnya,kertas dan pensil untuk menorehkan gambar mimpi itu dalam bentuk sketsa.Akhirnya coretan itupun selesai. Pada pagi harinya,sketsa itu disempurnakan lengkap dengan tulisan NU,huruf Arab dan Latin.Hanya dalam waktu satu hari,lambang itu selesai,sempurna wujudnya seperti yang yang kita sampai hari ini.Maklum ,KH.Ridwan memang dikenal sebagai Ulama yang punya keahlian melukis.Itulah sebabnya KH.Wahab Chasbullah menugasinya membuat lambang jam'iyyah tersebut.
Akan tetapi untk merepresentasikannya diatas kain,Kiai Ridwan merasa kesulitan untuk mencari bahan yang pas.Saking percayanya kepada mimpinya,Kiai Ridwan juga berusaha mencari warna yang tepat dengan yang dilihatnya dalam mimpi.Namun tidak mudah menemukan warna seperti itu. Bahkan beberapa toko kain di Surabaya yang didatanginya tidak tidak memiliki persediaan kain seperti itu. Akhirnya di Kota Malang,kain itu ditemukan,meskipun hanya selemar dan berukiuran 4 meter x 6 meter saja.
''Tak apalah' pikir Kiai Ridwan ketika itu.Maka diatas kain berwarna hijau dengan ukuran 4x6 itulah,lambang NU pertama kali ditorehkan oleh pelukisnya,KH.Ridwan Abdullah. Setelah selesai membuatnya,Kiai Ridwan lantas menghadap kepada Kiai Hasyim Asy'ari sembari memperlihatkan gambar lambang NU ciptaannya. ''Gambar ini sudah bagus'' namun saya minta kamu sowan ke Kiai Nawawi di Sidogiri untuk meminta petunjuk lebih lanjurt.'' pesan Kiai Hayim.Dengan membawa sketsa gambar lambang NU itu,Kiai Ridwan menemui Kiai Nawawi di Sidogiri.
''Saya oleh Kiai Hasyim di tugasi untuk membuat lambang NU,setelah saya buat gambarnya,Kiai Hasyim meminta saya kesini untuk sowan sekaligus mohon petunjuk Kiai,'' papar Kiai Ridwan seraya menyerahkan skjetsa gambar itu kepada Kiai Nawawi. Setelah memperhatikan gambar lambang NU itu dengan seksama,Kiai Nawawi lantas memberi saran kepada Kiai Ridwan,''saya setuju dengan gambar bumi dan sembilan bintang ini,namun alangkah baiknya jika ditambah seutas tali untuk mengikatnya.'' Selain itu Kiai Nawawi berpesan agar tali yang mengikat gambar bumi itu dibuat longgar.''Selagi tali yang mengikat bumi itu masih kuat,maka sampai kiamatpun NU tidak akan sirna .'' jelas Kiai Nawawi.

Poskan Komentar

HOME | ABOUT

Copyright © 2011 PERMATA HATI | Powered by BLOGGER | Template by 54BLOGGER